Menemukan
diri melalui Jurnalistik
Oleh : Annisa Saraswati (9E)
Jurnalistik, merupakan salah satu ekstrakurikuler di
SMP Maria Immaculata Marsudirini Yogyakarta. Mulai ada sejak tahun 2007, kini Majalah
MATA yang dikelola anak-anak ekstra
kurikuler jurnalistik, telah sampai edisi ke-16. Seiring dengan berjalannya waktu,
Majalah MATA makin digandrungi warga
SMP Maria Immaculata maupun dari luar. Melalui MATA, Jurnalistik telah banyak mencetak wartawan junior berbakat.
Berawal dari rasa penasaran saya akan dunia jurnalistik,
sewaktu Kelas 7 saya memilih mengikuti ekstrakurikuler ini. Ternyata cukup
banyak peminatnya. Dengan berbagai latar belakang, kami mencoba untuk saling
melengkapi. Saya pun semakin yakin dan akan mengikutinya dengan sungguh-sungguh.
Saat-saat awal mengikuti ekstra ini, kami harus mengikuti “pelantikan” bagi
anggota baru. Kami harus menyelesaikan beberapa tantangan dari para senior. Nggak
mudah memang, namun itulah gambaran yang akan kami hadapi saat mengikutinya.
Seiring berjalannya waktu, saya semakin giat mengikuti
ekstra ini. Saya menjadi salah satu Redaksi Pelaksana 1 yang tugasnya meliput
kegiatan-kegiatan di dalam sekolah. Namun, tugas yang kami jalankan bukan
sebatas jabatan. Kami adalah tim yang bekerjasama membuat Majalah MATA yang baik dan berjalan lancar
sampai terbit.
Saya semakin giat menulis, dan mencoba menulis berbagai
macam model tulisan. Mulai dari kuis, Kata
Mereka, opini, dan lainnya. Dengan banyak berlatih, ternyata menulis itu
tidak sesulit apa yang selama ini kita kira. Kita bisa menuliskan apapun yang
ada dalam pikiran dan hati kita. Dengan bentuk yang beragam tentunya. Akhirnya,
beberapa karya saya dimuat di Majalah MATA.
Saat menerima terbitan Majalah MATA,
saya merasa bangga menjadi bagian dari redaksi Majalah MATA.
Saat Kelas 8, saya memutuskan untuk tetap mengikuti ekstrakurikuler
ini lagi. Dengan semangat berlipat ganda, saya ingin memberikan contoh pada
adik-adik kelas lewat ekstra ini. Di tahun kedua ini, saya sudah tidak terkejut
dengan pelantikan yang saya ikuti. Saya akhirnya menjadi Pemimpin Redaksi dan Acha
sebagai wakilnya. Sebagai Kelas 8, kami harus mampu membimbing adik-adik kami
agar dapat membuat majalah dengan baik.
Berbagai pengalaman telah saya dapatkan dari kegiatan jurnalistik.
Kegemaran menulis membuatku termotivasi untuk membuat tulisan-tulisan yang
lebih baik lagi. Ditambah dengan membaca banyak buku untuk referensi, dapat
semakin menambah wawasan ilmu pengetahuan. Selain itu, jurnalistik juga mampu
membuat saya tidak minder tampil di hadapan banyak orang. Berbekal ide-ide
kreatif yang muncul, kita dapat berbagi hal-hal yang baik kepada orang di
sekitar kita.
Jurnalistik juga membantuku menemukan diriku, bakatku,
dan potensiku. Sejak mengikuti ekstra jurnalistik, saya mempunyai keinginan
menjadi penulis, menciptakan buku-buku yang bagus, membagi pesan dalam tulisan,
memotivasi orang lain, dan sederet tujuan baik lewat tulisan. Saya ingin
menjadi seperti Paulo Coelho, HC Anderson, Andrea Hirata, dan sederet nama lain
yang karyanya melanglang buana ke penjuru dunia. Dan dengan semua ini, saya
berharap dapat menginspirasi dengan karya dan tulisan yang saya hasilkan.
Pesan dan harapan saya, jangan lelah berkarya di ekstra
jurnalistik ini (dan di manapun kalian berada). Kembangkan terus bakat kalian,
temukan potensimu, dan jangan lupa terus berlatih. Menulislah dengan hatimu,
selain dengan pikiranmu. Buatlah karya yang jujur serta menginspirasi bagi
banyak orang di sekitarmu. Janganlah memandang tulisan hanya sebagai kumpulan
kata-kata, namun biarkanlah ia menjadi motivasimu setiap hari.
Seperti sabda
Tuhan yang selalu kau resapi setiap hari. Jangan lupa kejar terus mimpimu
dengan segenap bakat dan potensimu saat ini. Saatnya tunjukkan “Inilah aku”,
yang merupakan suatu kebanggaan bagi dirimu dan orang-orang yang menganggapmu
bermakna.