CERITA IKAN EMAS
Pada zaman dahulu hiduplah seorang pria bernama Toba. Suatu hari ia memanding ikan di danau dan sering tidak mendapatkannya. Ia mencoba memancingnya kembali dan ternyata mendapatkan ikan yang besar dan dibawanya ikan itu ke rumah. Setibanya di rumah ditaruhnya ikan itu di dapur. Kemudian ikan itu digoreng dan ternyata ikan bakarnya habis. Kemudian ia berniat untuk mencari kayu bakar diluar rumah. Sebaliknya ia kembali dan kemudian ia kaget karena ikan tersebut berubah menjadi keping-keping emas. Toba sangat senang dan kemudian ia masuk ke kamar dan ternyata ia dikagetkan lagi ketika ada seorang gadis cantik yang berada dikamarnya. Lalu gadis cantik itu memasakkan ia nasi dan lauk pauk. Kemudian setelah sekian lama Toba ingin melamarnya untuk menjadi istrinya, tak lama kemudian mereka menikah. Dan kemudian ia mempunyai anak yang diberi nama Samosir. Suatu hari anaknya disuruh ibunya untuk mengantarkan nasi untuk ayahnya diladang.
Diperjalanan si Samosir itu memakan sebagian makanan itu dan hanya tersisa sedikit. Kemudian sampailah ia di ladang dan bertemu dengan anaknya, lalu ayahnya marah dan mengatakan ia anak ikan. Terjadilah bencana besar dengan meluapnya sungai menjadi air bah yang sangat besar yang menyebabkan terjadinya sebuah danau, yang kemudian disebut Danau Toba.
Diperjalanan si Samosir itu memakan sebagian makanan itu dan hanya tersisa sedikit. Kemudian sampailah ia di ladang dan bertemu dengan anaknya, lalu ayahnya marah dan mengatakan ia anak ikan. Terjadilah bencana besar dengan meluapnya sungai menjadi air bah yang sangat besar yang menyebabkan terjadinya sebuah danau, yang kemudian disebut Danau Toba.
Karya : Veronica
ASAL USUL KOTA SEMARANG
Alkisah , di Kesultanan Demak hidup seorang pangeran, bernama Made Pandan, dan mempunyai seorang putra bernama Raden Pandan Arang . Beliau terkenal sebagai anak yang baik dan sangat hormat kepada ayahnya juga selalu patuh akan perintahnya.
Pada suatu hari Pangeran Made Pandan mengajak Raden Pandan Arang pergi dari wilayah kesultanan dan berjalan ke arah barat.
Setelah beberapa hari berjalan, sampailah mereka ke suatu tempat. Karena merasa cocok maka mereka membuka hutan dan mendirikan pemukiman. Kemudian sang Pangeran mendirikan pesantren dan menyebarkan agama Islam.
Ayah dan anak itu sangat bahagia di tempat itu. Tetapi kebahagiaan itu tidah berlangsung lama karena Pangeran Made Pandan kemudian meninggal dunia.
Sebelum meninggal, Sang Pangeran sempat berpesan kepada putranya agar sepeninggalnya nanti janganlah dia berputus asa, Teruskanlah perjuangan ini, olah daerah ini sebaik baiknya.
Pesan itu selalu diingat Raden Pandan Arang. Sepeninggal ayahnya, Raden Pandan Arang terus berusaha menata dan mengolah daerah itu dengan baik, sehingga dari hari ke hari daerah itu semakin subur. Segala macam tanaman dapat tumbuh subur.
Tidaklah mengherankan bila kemudian banyak orang datang dan menetap di situ. Mereka kemudian menjadi murid dan pengikut Raden Pandan Arang.
Pada suatu hari Raden Pandan Arang dan para pengikutnya menyaksikan keanehan, diatas tanah subur disela-sela pepohonan yang menghijau tumbuh beberapa pohon asam yang tumbuh saling berjauhan.
Oleh karena itu Raden Pandan Arang kemudian memberi pernyataan kepada para pengikutnya, Saudara – saudara, kalian sebagai saksi. Karena disini tumbuh pohon asam yang jarang – jarang, daerah ini saya namakan Semarang. Yaitu dari kata asam yang jarang – jarang.
Seak saat itulah kota Semarang berdiri, sebagai pendiri, Raden Pandan Arang langsung menjadi pemimpin di daerah itu di kemudian hari dia bergelar Raden Pandan Arang I. Dan kemudian dipimpin oleh para penerusnya.
Karya : Dewa Ambara
KISAH NEGERI JAMBI
Suatu hari di Pulau Sumatera ada sebuah kerajaan. Kerajaan itu sangat kaya akan kekayaan alamnya contohnya memiliki banyak tambang emas. Akan tetapi baginda kerajaan itu belum mememukan cintanya jadi belum mempunyai istri.
Suatu saat baginda mendengarkan bahwa ada seorang gadis cantik dan kemudian ia mengirim utusan untuk menemui gadis itu. Ternyata gadis itu bernama Putri Pinang Masak.
Putri Pinang Masak memang terkenal kecantikan parasnya namun ketamakannya pada harta dunia juga besar. Kadang ia menggunakan cara yang jahat untuk memenuhi keinginannya untuk mendapatkan kekayaan. Karena ketamakannya ia mau menerima baginda hanya demi mendapatkan hartanya walau sebenarnya ia tidak mau menikahi sang baginda itu.
Kemudian Putri Pinang Masak berkata kepada utusan baginda , “Baiklah saya , terima terima lamaran baginda. Tetapi, ada syaratnya yaitu baginda harus membuatkan ku istana yang sangat elok untuk saya. Istana itu harus selesai dikerjakan dalam waktu satu malam. Dan jika baginda tidak bisa menyelesaikannya, ia harus membayar dengan kekayaannya.” Setelah selesai berbicara dengan sang Putri, utusan itu pulang ke negerinya.
Lalu baginda mendengar perkataan utusannya dan ia menyanggupi syarat itu. Setelah itu baginda mengumpulkan ribuan rakyat dan ahli bangunan untuk membantunya. Pembangunan itu dilaksanakan sejal senja hari. Beribu-ribu tukang pandai hingga beribu-ribu lampu dikerahkan. Alhasil pada tengah malam pekerjaan itu sudah setengah selesai. Namun Putri Pinang Masak semakin khawatir jika pekerjaan itu terselesaikan.
Putri Pinang Masak akhirnya harus mencari cara untuk menggagalkan pekerjaan itu dan ia melakukan cara yaitu membawa beberapa lampu yang terang ke kandang ayam. Setelah beberapa saat ayam itu berkokok dan baginda mengetahuinya. Dengan sadar diri baginda memerintahkan rakyat yang membantuknya untuk berhenti. Para tukang bertanya, “Mengapa kita di haruskan berhenti baginda?” lalu baginda menjawab, ”Kita sudah kalah.”
Akhirnya baginda menyerahkan hartanya sebagai pengganti kekalahannya kepada Putri Pinang Masak. Namun karena ketamakannya ia beum puas dan ingin mengambil kerajaan baginda, ia pun membeli senjata dan mengajak sebagian orang lalu menyerang kerajaan baginda. Baginda dan pasukannya tidak siap lalu kerajaan itu jatuh ke tangan Putri Pinang Masak . Raja-raja Jawa menyebutnya kerajaan Jambe yang berart kerajaan Masak. Dan masyarakat saat ini menyebutnya dengan sebutan Jambi.
Karya : Galaxies 24
KEONG EMAS (cerita rakyat dari Jawa Timur)
Dahulu kala hiduplah keluarga yang yang beranggotakan empat orang, Jayanegara, Liku, serta 2 orang anaknya yang bernama Dewi Candra dan Galuh Ajeng. Kakak beradik tersebut memiliki sifat yang sangat bertolak belakang.
Suatu ketika, Jaya dan anaknya yang bernama Inu Kertapati mengunjungi rumah Jayanegara untuk bersilaturrahmi. Jaya bermaksud untuk menjodohkan Inu dengan salah satu putri Jayanegara. Tetapi Inu masih bingung dan dia membutuhkan waktu 5 tahun untuk memilih antara Dewi dan Ajeng untuk dijadikan calon istrinya. Sebelum Inu pulang, ia memberikan 2 hadiah untuk mereka. Ajeng memilih kado yang besar dan Dewi mendapat sisanya. Setelah menerima hadiah, Ajeng tidak terima karena hanya mendapat sebuah cincin. Sedangkan Dewi mandapat perhiasan berlian. Karena tidak terima, Ajeng meminta hadiah Dewi yang diberikan Inu.Lima tahun telah berlalu, Inu kembali mengunjungi rumah Jayanegara untuk memutuskan pilihan antara Dewi atau Ajeng yang akan menjadi calon istrinya. Ketika dia sampai di rumah Jayanegara, dia terkejut karena Dewi hanya memakai cincin, sedangkan Ajeng memakai perhiasan yang seharusnya dipakai Dewi. Sejak itu, Inu menjadi tahu sifat asli antara Dewi dan Ajeng. Dan Inu lebih memilih Dewi daripada Ajeng untuk menjadi calon istrinya.Karena tidak terima, Ajeng dan ibunya pergi ke tempat mbah dukun di Gunung Demit untuk menyihir Dewi menjadi keong. Pada saat yang telah ditentukan, Ajeng mengajak Dewi ke sungai untuk menyihir menjadi keong. Dan Ajeng berhasil menyihir Dewi. Ketika sampai di rumah, Ajeng bilang kalau Dewi hilang saat jalan-jalan.Ketika mendengar bahwa Dewi hilang, Inu segera mancari Dewi. Dewi ditemukan seorang janda tua yang tinggal di desa Dadakan. Ketika Inu tertidur, dia mendapat petunjuk kalau Dewi berada tidak jauh dari tempat dia mencari.Ketika Inu berjalan, dia melihat seorang nenek yang tengah diserang buaya. Dengan segera dia menolong nenek tadi. Kemudian nenek tadi mengajak Inu ke rumahnya. Inu lalu menceritakan tujuan dia ke desa Dadakan. Dan akhirnya nenek tadi mengambil keong mas dan menceritakan bahwa keong tersebut adalah Dewi Candra.Setelah itu Inu mengajak Dewi pulang ke rumah. Sampailah mereka di rumah, Ajeng dan Liku terkejut. Mereka tidak menyangka Dewi dapat menjadi manusia lagi. Sesegera mungkin Ajeng dan Liku kabur dari rumah. Mereka takut rahasia yang selama ini mereka simpan terbongkar. Tiba-tiba wajah mereka jadi jelek, mereka tidak sadar dan saling menyakiti. Ajeng serta Liku akhirnya meninggal.
Karya : Arnold
Karya : Arnold
LEGENDA ASAL USUL KOTA BALIK PAPAN
Balikpapan yang berstatus kotamadya merupakan kota besar di Kalimantan Timur dibandingkan Samarinda yang berstatus ibukota propinsi. Konon, pada tahun 1783 di tanah Pasir (sekarang Balikpapan) sudah berlangsung sistem pemerintahan kerajaan yang teratur. Sultan yang memerintah pada waktu itu adalah Aji muhammad. Setelah menikah, anaknya, Aji Tatin menuntut warisan kepada ayahnya. Aji Muhammad pun menyerahkan wilayah teluk saat itu belum menjadi sebuah kota dan belum memiliki nama.
Pada suatu hari, orang-orang kepercayaan Aji Tatin seedang memungut upeti dari rakyat berupa paapan dengan menggunakan perahu. Ketika mereka sedang mendayung perahu menggunakan tanggar (galah) yang disebut tokong (bahasa Pasir), tiba-tiba datanglah angin topan dashyat.
Para pendayung berusaha membawa perahu mereka merapat ke pantai, nemun tgidak berdaya karena diserang topan dan gelombang ganas. Tidak berapa lama, perahu pun terempas ke sebuah pulau karang. Tokoh (galah) pendayung patah dan perahu yang sarat bermuatan papan itu karam (terbalik). Pemimpinnya, panglma Sendong, dan anak buahnya meninggal. Demikian asal usul nama Balikpapan yang diambil dari peristiwa perahu berisi papan yang terbalik diterpa badai.
Mau baca sinopsis lainya? KLIK DISINI