Jl. Brigjen Katamso No. 04, Yogyakarta Telp : (0274) 372975
KIRIMKAN ARTIKEL ATAU FOTO ANDA MELALUI EMAIL : perpusmim@gmail.com

Senin, 26 September 2016

Wawancara

Jikustik dan Tekad Memberi yang Terbaik


Jikustik, band asal Yogya yang juga menjadi kebanggaan warga Yogya ini, siapa sih nggak kenal ? Lewat karya-karya musiknya, Jikustik telah memberi andil sebagai pemasok musisi daerah di kancah musik Indonesia. Belum lama ini mereka manggung di kota kelahirannya, Yogya, dan Tim MATA yang terdiri dari Clara Vani (9A) dan Nina (8A) tak melewatkan kesempatan untuk mewawancarainya ! Berikut perbincangannya !!

Siapa saja sih personil Jikustik band ini?
Personil Jikustik terdiri dari :Brian (vokalis, gitar),  Dadi (gitar, vokal), Carlo (drum), Adit (keyboard), dan Bayu (bass).

Kapan Jikustik dibentuk?
26 Februari 1966.

Apa nama fans Jikustik?
Jikustikan.

Apa sih kesibukan Jikustik belakangan ini?
Manggung yang jelas, terutama di bulan di bulan Desember dan Januari kemarin. Yang kedua, sedang mempersiapkan live acoustic album, dan 3 bulanan ini lagi me-manage distribusi album itu. Sampai saat ini, album baru kami ini sudah 11.000 copy terjual, semoga meningkat terus penjualannya di tahun 2015 ini.

Apa ada rencana untuk mengeluarkan single/album baru lagi ?
Setelah periode album live aucostic ini selesai, targetnya kami akan mengeluarkan single dan album baru lagi.

Bagaimana cara Jikustik selalu menjaga kekompakan personilnya ?
Jikustik yang sekarang adalah jikustik yang paling kompak. Saling pengertian, menjaga kekompakan itu nggak susah kok, cuma saling tahu, mengerti dan selalu memahami antar personil.

Inspirasi dalam membuat lagu didapatkan darimana ?
Dari kehidupan nyata, kisah orang lain, sahabat, dan ide sesama teman,  itu semua bisa dibuat lagu.

Apa hobi kakak selain bermain musik/bernyanyi ?
Kebanyakan dari kami suka berolahraga, seperti: basket, bulutangkis, berenang, dan lain lain.

Apa sih impian Jikustik ?
Sama seperti band-band atau artis-artis lain, yang pertama kami bisa menjaga eksistensi di dunia musik Indonesia. Kalau bisa sih kami juga bisa eksis di dunia internsional juga.

Apa sih kendala dalam membuat lagu ?
Waktu, karena kami masing-masing personil memiliki kesibukan yang berbeda-beda. Untuk bareng ke studio itu susah. Kami jarang bisa berkumpul lengkap dalam studio, tapi kalau mau bikin single baru, kami sadar diri dan kumpul bersama sehingga bisa rekaman membuat album baru dengan baik. Yang jelas dibutuhkan konsistensi.

Apa sih pendapat Kakak-Kakak Jikustik untuk masyarakat yang lebih mengidolakan band luar negeri, sehingga mengesampingkan band-band lokal?
Mengidolakan band luar itu wajar. Namun sebaiknya kita tidak mengesampingkan band-band lokal. Kami, artis/band dalam negeri juga mengeluarkan kemampuan terbaik kami dalam membuat album atau saat manggung.

Apa pesan untuk kami, Tim Redaksi Majalah MATA SMP Maria Immaculata Yogya ?
Pesen buat temen-temen redaksi MATA, tetaplah berkarya, berikan yang terbaik dalam berkarya di dunia tulis-menulis, agar dapat menjadi kebanggaan warga kota Yogyakarta yang menjadi Kota Pelajar. Jangan lelah untuk menulis, juga untuk mengeluarkan ide-ide kalian!

Apa harapan Kakak-Kakak Jikustik untuk siswa-siswi SMP Immaculata?
Jauhilah narkoba, berkaryalah selagi kalian bisa, dan sumbangkanlah talenta kalian masing-masing untuk Indonesia. Saat ini Indonesia butuh orang-orang yang berkarya dan bisa unggul dalam bersaing di dunia internasional.


Kenali Sahabatmu berdasarkan Zodiaknya


Sahabat, adalah orang yang berarti dalam kehidupan kita, selain orang tua kita, tentunya. Dia lah satu-satunya orang yang mau menerima kelebihan dan kekurangan kita. Sudahkah kamu memiliki sahabat ? Agar persahabatanmu dengan dia langgeng, penting kamu ketahui pribadinya berdasarkan zodiaknya. Selengkapnya simak artikel zodiak tentang persahabatan berikut ini !

Capricorn
Orang yang bernaung di bawah zodiak ini memiliki sifat disiplin, ambisius, dan pekerja keras.Si Capri ini umumnya gigih dan keras kepala. Mereka selalu berusaha sekuat tenaga untuk mendapatkan yang mereka inginkan dan pantang menyerah. Mereka adalah sosok orang yang optimis dan bersemangat. Sayangnya kaum Capricorn ini cenderung egois dan seringkali memaksakan kehendaknya.
Aquarius
Orang yang berzodiak Aquarius umumnya fleksibel, mudah bergaul dengan siapa saja, berperasaan halus dan peka sehingga mudah tersinggung, meski begitu ia pintar menutupi dan bisa cepat baik kembali. Mereka adalah tipe sahabat yang baik. Dalam persahabatan, kaum Aquarius tidak segan  berkorban. Mereka adalah pecinta petualangan. Sayangnya, kaum Aquarius ini sering merasa kurang percaya diri dan bimbang.
Pisces
Yang bernaung di bawah zodiak ini umumnya memiliki sifat pemalu dan kurang percaya diri, namun Pisces ini memiliki selera yang bagus terhadap sesuatu. Ia suka membantu, bisa mengerti, dan menghargai perasaan orang lain. Jika ia mempercayai seseorang, maka orang itu akan mendapatkan kepercayaan yang besar sekali dari kaum Pisces. Selain itu kaum Pisces juga tidak terlalu suka mencampuri urusan orang lain.
Aries
Warga Aries umumnya tipikal yang mandiri, keras kepala dan tidak mau diatur – atur atau diperintah. Mereka menyukai jalur yang mereka tentukan sendiri. Mereka suka petualangan dan hal – hal baru. Kaum Aries cukup bertanggung jawab atas apa yang dibebankan padanya. Sahabat adalah sosok yang sangat berarti bagi mereka. Sayangnya, mereka sering terbawa mood dan mempunyai kebiasaan memberontak atas apa yang tidak disukainya.
Taurus
Taurus adalah sosok yang hangat dalam berteman, mereka bisa menghargai orang lain dan umumnya bisa dipercaya dalam menyimpan rahasia. Taurus adalah tipikal pribadi yang cinta damai dan pengertian. Hanya saja Taurus cukup keras kepala dan tertutup untuk masalah pribadi, mereka hanya terbuka pada orang yang bisa dipercayainya saja.
Gemini
Orang yang dinaungi zodiak ini umumnya selalu ceria dan ramah kepada siapa saja, mudah bergaul. Mereka adalah tipikal yang ingin semuanya teratur dan terorganisasi. Mereka tidak suka mempermasalahkan masalah – masalah sepele dan cepat baik kembali setelah ada masalah. Orang yang dinaungi zodiak ini sangat mudah dipengaruhi dan sangat tergantung pada mood. Mereka kurang memiliki pendirian.
Cancer
Orang yang bernaung di bawah zodiak ini umumnya bertanggung jawab, hatinya baik, rela berkorban demi teman dan menjunjung tinggi persahabatan. Mereka memiliki perasaan halus dan peka sehingga mudah tersinggung. Kepercayaan bagi orang Cancer adalah segalanya, sekali mereka dibohongi maka akan susah mendapatkan kepercayaannya kembali.
Leo
Kaum Leo tidak suka diatur, mereka suka memimpin dan mudah memberontak. Mereka sahabat yang baik, perhatian, rela berkorban demi teman, dan menjunjung tinggi persahabatan. Mereka berpendirian teguh, bertanggung jawab, pekerja keras dan tipikal yang ambisius. Zodiak berlambangkan singa ini mudah dipengaruhi mood.
Virgo
          Orang yang dinaungi zodiak Virgo ini umumnya tidak begitu suka dengan keramaian, mereka menyukai ketenangan dan hal – hal yang mutakhir. Kaum Virgo adalah pekerja keras, disiplin, setia, dan bertanggung jawab. mereka sahabat yang baik dan dapat dipercaya. Sayangnya, mereka terbuka hanya pada orang yang benar – benar dipercayainya.
Libra
Kaum Libra umumnya sangat memperhatikan penampilan. Mereka sahabat yang baik dan cinta damai. Kaum Libra adalah sosok yang supel, perhatian, dan pengertian. Mereka suka menjadi pusat perhatian dan selalu berusaha sesempurna mungkin dalam mengerjakan sesuatu.
Scorpio
Orang yang dinaungi zodiak ini cenderung misterius, cool, dan hanya terbuka pada orang-orang yang benar-benar dipercayainya. Kaum Scorpio umumnya suka membuat orang lain menebak-nebak diri mereka. Mereka tipikal pekerja keras dan akan menjadi sangat ambisius bila benar-benar menginginkan sesuatu.
Sagitarius
Warga Sagitarius adalah sosok yang menyukai petualangan. Mereka orang-orang yang supel dan menjunjung tinggi persahabatan. Kaum Sagitarius tidak segan-segan berkorban demi sahabatnya. Mereka adalah pecinta kebebasan, semakin mereka dikekang maka mereka akan semakin berontak. Sayangnya, mereka mudah dipengaruhi dan kurang memiliki pendirian yang teguh.
Yaph… inilah sekilas tentang sifat-sifat dasar temanmu berdasarkan zodiaknya yang dapat menjadi “bekal” kamu dalam menjalin persabatan dengannya. Tentu, karakteristik ini nggak 100% benar, karena perkembangan kepribadian seseorang juga dipengaruhi faktor lingkungan dan bagaimana ia dibesarkan. Yang penting, pahamilah mereka jika ingin bersahabat dengan mereka. ^_^
-          Maria Paramitha Larasati Devi (8C)

Sumber : Internet
Steven Spielberg, Sutradara Film Kreatif


Banyak orang belum tahu bahwa di balik film-film populer seperti Jurassic Park, E.T. the Extra-Terrestrial, Indiana Jones, dan The Adventures of Tintin, ada sosok sutradara hebat, namanya Steven Spielberg. Lahir di Ohio, Amerika Serikat, pada 12 Desember 1946, sampai sekarang Spielberg sudah menyutradarai 26 film layar lebar.
Spielberg tertarik dengan dunia film sejak kecil. Ia menulis dan menyutradarai film pertamanya, Firelight, pada usia 16 tahun. Kegemaran Spielberg terhadap film didukung penuh oleh keluarga dan teman-temannya.
Selepas lulus dari sekolah film, Spielberg bekerja di bidang televisi selama beberapa tahun. Film layar lebar pertamanya adalah sebuah drama berjudul The Sugarland Express. Meskipun gagal di pasaran, tapi karena film inilah Spielberg mendapat tawaran untuk menyutradari Jaws, film thriller yang meluncurkan namanya sebagai salah satu sutradara terbaik Hollywood.
Dari semua film garapan Spielberg, Jurassic Park-lah yang paling melejit di seluruh dunia. Dengan efek visual yang terbilang canggih pada masanya, film ini sukses mencetak box office dengan keuntungan di atas 1 miliar dolar.
Dalam film-filmnya, Spielberg sengaja memasukkan nilai-nilai positif seperti kreativitas dan pantang menyerah. Ada salah satu kutipan ‘kata mutiara’ dari Spielberg yang menarik disimak, "Kamu masih punya kesempatan bertahun-tahun lagi untuk mewujudkan mimpi-mimpi yang tak terbayangkan sebelumnya."

Gemma (8B)
Menemukan diri melalui Jurnalistik
Oleh : Annisa Saraswati (9E)



            Jurnalistik, merupakan salah satu ekstrakurikuler di SMP Maria Immaculata Marsudirini Yogyakarta. Mulai ada sejak tahun 2007, kini Majalah MATA yang dikelola anak-anak ekstra kurikuler jurnalistik, telah sampai edisi ke-16. Seiring dengan berjalannya waktu, Majalah MATA makin digandrungi warga SMP Maria Immaculata maupun dari luar. Melalui MATA, Jurnalistik telah banyak mencetak wartawan junior berbakat.
            Berawal dari rasa penasaran saya akan dunia jurnalistik, sewaktu Kelas 7 saya memilih mengikuti ekstrakurikuler ini. Ternyata cukup banyak peminatnya. Dengan berbagai latar belakang, kami mencoba untuk saling melengkapi. Saya pun semakin yakin dan akan mengikutinya dengan sungguh-sungguh. Saat-saat awal mengikuti ekstra ini, kami harus mengikuti “pelantikan” bagi anggota baru. Kami harus menyelesaikan beberapa tantangan dari para senior. Nggak mudah memang, namun itulah gambaran yang akan kami hadapi saat mengikutinya.
            Seiring berjalannya waktu, saya semakin giat mengikuti ekstra ini. Saya menjadi salah satu Redaksi Pelaksana 1 yang tugasnya meliput kegiatan-kegiatan di dalam sekolah. Namun, tugas yang kami jalankan bukan sebatas jabatan. Kami adalah tim yang bekerjasama membuat Majalah MATA yang baik dan berjalan lancar sampai terbit.
            Saya semakin giat menulis, dan mencoba menulis berbagai macam model tulisan. Mulai dari kuis, Kata Mereka, opini, dan lainnya. Dengan banyak berlatih, ternyata menulis itu tidak sesulit apa yang selama ini kita kira. Kita bisa menuliskan apapun yang ada dalam pikiran dan hati kita. Dengan bentuk yang beragam tentunya. Akhirnya, beberapa karya saya dimuat di Majalah MATA. Saat menerima terbitan Majalah MATA, saya merasa bangga menjadi bagian dari redaksi Majalah MATA.
            Saat Kelas 8, saya memutuskan untuk tetap mengikuti ekstrakurikuler ini lagi. Dengan semangat berlipat ganda, saya ingin memberikan contoh pada adik-adik kelas lewat ekstra ini. Di tahun kedua ini, saya sudah tidak terkejut dengan pelantikan yang saya ikuti. Saya akhirnya menjadi Pemimpin Redaksi dan Acha sebagai wakilnya. Sebagai Kelas 8, kami harus mampu membimbing adik-adik kami agar dapat membuat majalah dengan baik.
            Berbagai pengalaman telah saya dapatkan dari kegiatan jurnalistik. Kegemaran menulis membuatku termotivasi untuk membuat tulisan-tulisan yang lebih baik lagi. Ditambah dengan membaca banyak buku untuk referensi, dapat semakin menambah wawasan ilmu pengetahuan. Selain itu, jurnalistik juga mampu membuat saya tidak minder tampil di hadapan banyak orang. Berbekal ide-ide kreatif yang muncul, kita dapat berbagi hal-hal yang baik kepada orang di sekitar kita.
            Jurnalistik juga membantuku menemukan diriku, bakatku, dan potensiku. Sejak mengikuti ekstra jurnalistik, saya mempunyai keinginan menjadi penulis, menciptakan buku-buku yang bagus, membagi pesan dalam tulisan, memotivasi orang lain, dan sederet tujuan baik lewat tulisan. Saya ingin menjadi seperti Paulo Coelho, HC Anderson, Andrea Hirata, dan sederet nama lain yang karyanya melanglang buana ke penjuru dunia. Dan dengan semua ini, saya berharap dapat menginspirasi dengan karya dan tulisan  yang saya hasilkan.
            Pesan dan harapan saya, jangan lelah berkarya di ekstra jurnalistik ini (dan di manapun kalian berada). Kembangkan terus bakat kalian, temukan potensimu, dan jangan lupa terus berlatih. Menulislah dengan hatimu, selain dengan pikiranmu. Buatlah karya yang jujur serta menginspirasi bagi banyak orang di sekitarmu. Janganlah memandang tulisan hanya sebagai kumpulan kata-kata, namun biarkanlah ia menjadi motivasimu setiap hari.
Seperti sabda Tuhan yang selalu kau resapi setiap hari. Jangan lupa kejar terus mimpimu dengan segenap bakat dan potensimu saat ini. Saatnya tunjukkan “Inilah aku”, yang merupakan suatu kebanggaan bagi dirimu dan orang-orang yang menganggapmu bermakna.

           

            
Bahaya di balik Mie Lidi


 Pasti tahu kan jajanan yang satu ini? Ya, mie lidi. Jajanan satu ini sudah ada bertahun-tahun lamanya dan sangat populer di kalangan pelajar SD dan SMP. Meskipun enak dibuat cemilan, teman-teman tahu nggak sih bahayanya jajanan ini ?
BPOM (Badan Penyelidikan Obat dan Makanan) telah menganalisa dan membongkar semua kandungan mie lidi ini. Ternyata banyak zat-zat aditif yang terkandung dalam makanan tersebut yang tidak baik untuk tubuh apalagi untuk anak-anak. Zat-zat aditif tersebut antara lain Rhodomin-B atau disebut juga pewarna tekstil. Bayangkan saja makanan yang kerap kita konsumsi itu mengandung warna tekstil, mengerikan bukan? Dampaknya bagi tubuh adalah bisa menimbulkan pusing, sakit perut, dan yang lebih parah kanker.
Bukan warnanya saja yang bikin menarik, rasanya yang unik pun membuat kita ketagihan sehingga ingin lagi dan lagi. Zat ini bisa disebut juga Sodium gluamic (penyedap rasa) asal teman-teman tahu, penyedap rasa hanya mempunyai takaran  se ujung kelingking! Jika digunakan dengan takaran yang berlebihan akan menyebabkan terhambatnya pertumbuhan anak.
Yang terakhir yaitu Formalin (penyedap mayat). Sudah jelas kalau bahan tersebut untuk mayat bukan untuk dikonsumsi tapi masih ada saja pedagang yang hanya memikirkan keuntungan sendiri daripada kesehatan si pembeli. Jika si pembeli tetap mengonsumsi zat ini maka ia akan mengalami sakit kepala, gangguan pernafasan, batuk-batuk, radang selaput lendir hidung, mual, mengantuk, luka pada ginjal dan sensitasi pada paru efek neuropsikologis meliputi gangguan tidur, cepat marah, keseimbangan terganggu, kehilangan konsentrasi dan daya ingat berkurang.
Nah, jika teman-teman masih sayang terhadap tubuh sendiri, mulai dari sekarang berhati-hatilah jika memilih jajanan di sekolah. Belilah cemilan di penjual cemilan yang terpercaya. Kalau mau lebih aman, bawalah bekal dari rumah!
-          Flavia (8A)



Kalau kita Hobi baca Komik...


Membaca dan menikmati komik bukan hal yang asing dalam kehidupan kita. Itu sebabnya ada remaja yang hobi banget baca komik, bahkan sampai kecanduan membacanya. Apa sih dampak positif dan negatifnya menjalani hobi yang satu ini ?
 Manfaat positif dari membaca komik, yang jelas adalah membuat pikiran kita menjadi fresh, apalagi saat kita sedang lelah belajar. Baca komik nggak hanya membuat kita terhibur namun juga bisa menambah wawasan kita, seperti tentang kebudayaan Indonesia, Jepang, Eropa, dan lain-lain serta meningkatkan kemampuan berbahasa asing karena kadang ada komik berbahasa asing yang disertai terjemahannya dalam bahasa Indonesia, dan sebagainya.
Dampak negatifnya, jika kita nggak bisa membagi waktu, membaca komik dapat mengganggu aktivitas dan pikiran kita! Karena keasyikan membaca, kita jadi lupa untuk belajar, mengerjakan tugas, dan bisa saja tokoh dalam komik tersebut masuk dalam pikiran kita dan mengganggu konsentrasi.
Aapa saja yang harus kita perhatikan jika ingin menyalurkan hobi baca komik ?
-          Pilihlah komik yang ceritanya sesuai dengan umur kita. Sekarang banyak komik yang ceritanya nggak bermutu dan membuat kita terjerumus ke hal-hal negatif, bahasa yang digunakan kadang ada yang kurang sopan.
-          Jangan paksakan membeli komik jika uang kita nggak cukup untuk membelinya, apalagi sampai meminta uang kepada orang tua dengan cara merengek. Kalau ingin baca komik, kita bisa menyewa komik di tempat penyewaan dengan harga yang lebih murah.   
-          Usahakan membaca komik yang sedang tren, karena bisa menambah wawasan dan pergaulan kita..
-          Arum (7B)




Populer tanpa Pamer

Banyak di antara kita sebagai pelajar SMP yang giat mengejar popularitas. Pengin keren di mata siapa pun.Tentu mengejar popularitas sah-sah aja, asalkan dicapai dengan cara yang baik. Sayangnya, di kalangan pelajar saat ini nggak jarang justru melakukan hal yang kurang baik supaya terkenal, antara lain suka memamerkan barang-barang bermerek yang dimilikinya.
Berikut ini serangkaian tips untuk meraih popularitas dengan cara yang  positif.
-          Yang paling dasar dan paling penting adalah kepercayaan diri. Jika kita yakin akan diri kita sendiri, segala kekurangan yang kita miliki bukanlah halangan untuk menjadi lebih dikenal di kalangan luas.
-          Jangan pilih-pilih dalam berteman. Semakin banyak teman yang kamu ajak bergaul, semakin mudah namamu dikenal. Tapi, jangan kebablasan juga dalam bersosialisasi. Hindarilah teman yang memberi pengaruh buruk pada kita.
-          Berani untuk keluar dari ‘zona nyaman’. Mulailah memberanikan diri untuk menonjol di tengah orang-orang banyak.
-          Cobalah memberi perhatian dan menghargai orang lain seperti kita ingin dihargai. Prinsipnya, dengan begitu orang lain juga akan menghargai kita. Contohnya, hal-hal kecil seperti memberi kesempatan untuk teman kita ketika berbicara dan tidak memotong yang dikatakannya.
-          Bersikap jujur dan apa adanya. Jangan berpura-pura menjadi orang yang jauh berbeda dari diri kita hanya untuk mendapatkan ketenaran.
-          Aktiflah dalam kegiatan sehari-hari, terutama di sekolah. Untuk yang masih malu bertanya dalam kelas, atau sering bolos ekstrakurikuler misalnya, mulai hilangkan kebiasaan buruk dan tingkatkan partisipasi kita.
-          Yang terakhir, sadarlah bahwa popularitas bukan hanya sebatas jumlah follower twitter yang kita miliki atau jumlah like yang kita dapat di instagram. Popularitas sejati adalah dikenal luas karena memiliki kepribadian, bakat, dan pencapaian yang bersifat baik, serta dapat memberi pengaruh positif bagi banyak orang.
Semoga tips di atas dapat bermanfaat bagi kita semua.
Gemma (8B)
Angklung is My Life
Cerpen : Annisa (9E)



            Di siang hari yang cerah ini, aku baru saja pulang dari sekolah. Rasanya sangat lelah sekali hari ini. Beberapa puluh meter lagi aku akan sampai di rumahku. Tiba-tiba, ada suara yang mengagetkanku.
            "Hai, Ayu!" sapa Rina ceria.
            "Hai juga, tapi bisakah tidak mengagetkanku?" kataku.
            "Bisa, tapi ada yang ingin kuceritakan kepadamu," kata Rina.
            "Apa itu?" kataku penuh tanya.
            "Aku dipilih menjadi salah satu peserta Festival Budaya Nasional. Aku didaulat menjadi salah satu anggota grup angklung se-Jawa Barat," cerita Rina dengan penuh semangat.
            "Wah, hebat sekali! Tapi kenapa harus angklung? Memangnya tidak ada alat musik lainnya?" tanyaku sedikit malas.
            "Lho, kamu ini bagaimana? Orang tuamu kan pemain angklung profesional? Masak anaknya tidak menyukai angklung? Lagi pula, ini kan Festival Budaya Nasional ? Kita sebagai remaja Indonesia harus melestarikan budaya nasional, salah satunya adalah alat musik angklung ini," kata Rina bercerita.
            "Ooh, begitu. Tapi aku tidak menyukai angklung. Sangat. Jadi, aku memilih alat musik lainnya. Lagipula, orang tuaku tidak berpengaruh dengan apa yang aku suka. Oh, ya, rumahku sudah dekat. Sampai jumpa, Rina," kataku dengan sedikit tergesa-gesa.
            "Sampai jumpa," kata Rina.
            Sesampainya di rumah...
            "Selamat siang, Ayah, Ibu," kataku sambil mencium tangan mereka.
            "Selamat siang," kata kedua orang tuaku.
            "Ayu, sekarang kamu istirahat, ganti baju, lalu makan siang bersama ya, Nak," kata ibuku.
            "Baik, Bu," jawabku.
            Aku pergi ke kamarku lalu mengganti seragam sekolah dengan baju biasa. Aku merenungkan kata-kata Rina tadi. "Sebenarnya, apa ya yang membuat orang tertarik dengan angklung?" tanyaku pada diri sendiri.
Sampai saat ini aku juga masih bingung kenapa teman-temanku menyukai angklung sedangkan aku tidak. Bagiku, angklung merupakan alat musik yang sangat susah untuk dimainkan. Maka dari itulah aku tidak menyukai angklung walaupun kedua orang tuaku musisi angklung terkenal di Jawa Barat. Di tengah lamunanku, ibu memanggilku,
            "Ayu, ayo kita makan siang bersama!" kata ibu.
            "Baik, Bu," jawabku.
            Aku pun lalu turun ke ruang makan. Saat makan siang, aku bertanya sesuatu kepada Ayah.
            "Ayah, kenapa Ayah menyukai alat musik angklung?" tanyaku kepada Ayah.
            "Begini, Ayah tahu bahwa angklung itu alat musik tradisional. Untuk  membuatnya, diperlukan keahlian khusus. Dan untuk memainkannya tidak dibutuhkan kemahiran khusus namun perlu mempunyai ketekunan yang tinggi. Entah mengapa, saat Ayah pertama kali mendengar orang memainkan angklung, hati Ayah damai lewat suara yang dihasilkan angklung dengan berbagai nada. Sejak saat itulah ayah menyukai angklung dan bercita-cita menjadi pemain angklung profesional seperti saat ini," jawab Ayah.
            "O, begitu ya, Yah. Kalau begitu, Ayu sadar, selama ini Ayu memandang rendah angklung sebagai alat musik yang susah dimainkan. Ayu berjanji akan mulai menyukai angklung dari sekarang," ucapku dengan sungguh-sungguh.
            "Bagus kalau begitu. O ya, satu lagi. Apakah kamu berminat menjadi peserta Festival Budaya Nasional sebagai grup musik angklung yang mewakili Jawa Barat?" tawar ayahku.
            "Ya, Yah. Aku mau. Sama seperti Rina, bukan?" tanyaku kepada Ayah.
            "Ya, dan teman-temanmu yang lain juga akan mengikutinya," kata ayahku.
            Mulai hari itu, aku, Rina, dan remaja-remaja di daerahku berlatih bermain angklung untuk Festival Budaya Nasional yang akan digelar di Jakarta dua bulan lagi. Hari demi hari berlalu. Aku dan teman-temanku semakin giat berlatih. Apalagi, pelatihnya adalah ayahku. Saat berlatih, aku semakin sadar bahwa angklung bukan hanya alat musik, namun juga warisan budaya bangsa Indonesia.
            Saat hari perlombaan Festival Budaya Nasional...
            "Orkestra Angklung dari Jawa Barat dipersilakan bersiap-siap di belakang panggung," panggil sang pembawa acara.
            Grup orkestra angklungku tampil dengan semangat dan percaya diri. Kami membawakan berbagai macam lagu daerah di Indonesia. Kami tidak ingin mengecewakan ayahku yang sudah melatih kami selama berbulan-bulan. Sepuluh menit kemudian, kami selesai tampil, dan mundur ke belakang panggung. Setelah semua sudah tampil, kini giliran pengumuman pemenang. Kami yang berada di kursi peserta berharap-harap dengan cemas apakah kami bisa menang atau tidak. Tiba-tiba terdengar suara...
            "Dan pemenang pertama pada Festival Budaya Nasional ini adalah... Orkestra Angklung dari Jawa Barat, selamat kepada pemenang!" kata sang pembawa acara.

            Kami pun maju ke panggung dengan hati yang gembira. Tidak sia-sia perjuangan kami selama ini. Semenjak itu aku dan grup orkestra angklungku kerap dipanggil untuk pentas di berbagai kota hingga ke luar negeri. Kini aku bisa bangga menjadi remaja Indonesia yang mencintai bangsanya dengan memperkenalkan salah satu kebudayaannya. Ayo remaja Indonesia, jadilah penerus bangsa yang setia dan menghargai setiap warisan budayanya. Kalau bukan kita, siapa lagi?

'

'
'