Jikustik
dan Tekad Memberi yang Terbaik
Jikustik, band
asal Yogya yang juga menjadi kebanggaan warga Yogya ini, siapa sih nggak kenal
? Lewat karya-karya musiknya, Jikustik telah memberi andil sebagai pemasok
musisi daerah di kancah musik Indonesia. Belum lama ini mereka manggung di kota
kelahirannya, Yogya, dan Tim MATA yang terdiri dari Clara Vani (9A) dan Nina (8A)
tak melewatkan kesempatan untuk mewawancarainya ! Berikut perbincangannya !!
Siapa saja sih personil Jikustik band ini?
Personil
Jikustik terdiri dari :Brian (vokalis, gitar),
Dadi (gitar, vokal), Carlo (drum), Adit (keyboard), dan Bayu (bass).
Kapan Jikustik dibentuk?
26 Februari
1966.
Apa nama fans Jikustik?
Jikustikan.
Apa sih kesibukan Jikustik belakangan ini?
Manggung yang
jelas, terutama di bulan di bulan Desember dan Januari kemarin. Yang kedua,
sedang mempersiapkan live acoustic
album, dan 3 bulanan ini lagi me-manage
distribusi album itu. Sampai saat ini, album baru kami ini sudah 11.000 copy terjual, semoga meningkat terus
penjualannya di tahun 2015 ini.
Apa ada rencana untuk mengeluarkan single/album
baru lagi ?
Setelah periode
album live aucostic ini selesai, targetnya
kami akan mengeluarkan single dan album baru lagi.
Bagaimana cara Jikustik selalu menjaga kekompakan
personilnya ?
Jikustik
yang sekarang adalah jikustik yang paling kompak. Saling pengertian, menjaga
kekompakan itu nggak susah kok, cuma saling tahu, mengerti dan selalu memahami
antar personil.
Inspirasi dalam membuat lagu didapatkan darimana ?
Dari
kehidupan nyata, kisah orang lain, sahabat, dan ide sesama teman, itu semua bisa dibuat lagu.
Apa hobi kakak selain bermain musik/bernyanyi ?
Kebanyakan dari
kami suka berolahraga, seperti: basket, bulutangkis, berenang, dan lain lain.
Apa sih impian Jikustik ?
Sama
seperti band-band atau artis-artis lain, yang pertama kami bisa menjaga eksistensi
di dunia musik Indonesia. Kalau bisa sih kami juga bisa eksis di dunia
internsional juga.
Apa sih kendala dalam membuat lagu ?
Waktu, karena
kami masing-masing personil memiliki kesibukan yang berbeda-beda. Untuk bareng
ke studio itu susah. Kami jarang bisa berkumpul lengkap dalam studio, tapi
kalau mau bikin single baru, kami
sadar diri dan kumpul bersama sehingga bisa rekaman membuat album baru dengan
baik. Yang jelas dibutuhkan konsistensi.
Apa sih pendapat Kakak-Kakak Jikustik untuk
masyarakat yang lebih mengidolakan band luar negeri, sehingga mengesampingkan
band-band lokal?
Mengidolakan
band luar itu wajar. Namun sebaiknya kita tidak mengesampingkan band-band
lokal. Kami, artis/band dalam negeri juga mengeluarkan kemampuan terbaik kami
dalam membuat album atau saat manggung.
Apa pesan untuk kami, Tim Redaksi Majalah MATA
SMP Maria Immaculata Yogya ?
Pesen buat
temen-temen redaksi MATA, tetaplah
berkarya, berikan yang terbaik dalam berkarya di dunia tulis-menulis, agar dapat
menjadi kebanggaan warga kota Yogyakarta yang menjadi Kota Pelajar. Jangan
lelah untuk menulis, juga untuk mengeluarkan ide-ide kalian!
Apa harapan Kakak-Kakak Jikustik untuk siswa-siswi
SMP Immaculata?
Jauhilah narkoba,
berkaryalah selagi kalian bisa, dan sumbangkanlah talenta kalian masing-masing
untuk Indonesia. Saat ini Indonesia butuh orang-orang yang berkarya dan bisa unggul
dalam bersaing di dunia internasional.